LSI Denny JA Sebut Suara Jokowi Bisa Lewati Rekor SBY di 2009

LSI Denny JA Sebut Suara Jokowi Bisa Lewati Rekor SBY di 2009
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut elektabilitas Joko Widodo - Ma'ruf Amin bisa saja menyentuh angka 65,8 persen di Pilpres 2019. Angka tersebut adalah batas atas hasil survei yang digelar LSI Denny JA.

Jika bisa menyentuh angka tersebut, rekor perolehan suara Jokowi-Maruf bisa memecahkan rekor yang sampai saat ini dipegang Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Boediono di Pilpres 2009. Saat itu SBY mendapat suara 60,8 persen.

"Jokowi-Ma'ruf berpotensi bisa pecahkan telur rekor yang masih dipegang oleh SBY pada 2009. Karena survei kami menunjukkan batas atas Jokowi ada 65,8 persen, " kata Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat (12/4).

Ardian Sopa mengatakan, rentang elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 55,9 - 65,8 persen. Sementara pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno elektabilitasnya di rentang 34,2 persen dan 44,1 persen.

Menurutnya, jika Jokowi-Ma'ruf mendapat suara di batas bawah yakni 55,9 persen dan Prabowo-Sandi di atas 44,1 persen, selisihnya masih tinggi. Karena itu Ardian memperkirakan Jokowi-Ma'ruf bakal menang telak.

"Jokowi-Maruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih diatas dua digit, " ujar Ardian

Survei dilakukan pada 4 sampai 9 April 2019 yang melibatkan 2 .000 responden dengan metode multistage random sampling.  Margin of error dari survei ini sebesar 2,2 persen.

Besarnya responden yang dipakai menurut Ardian membuat tingkat kesalahan survei ini turun. Biasanya dengan responden 1.200 orang, margin of error sebesar 2,9 persen. Dengan responden 2.000 orang margin of error jadi turun menjadi 2,2 persen.

"Ini ikhitar untuk menggambarkan lebih akurat populasi dan persepsi yang ada di masyarakat," katanya.

Ardian mengatakan dalam survei kali ini, peneliti tidak hanya bertanya langsung ke responden soal pilihan politik. Akan tetapi responden, diberikan simulasi pemilihan surat suara.

Simulasi ini juga menunjukkan ada 0,5 persen suara tak sah karena masih ada kesalahan yang dilakukan responden ketika mencoblos.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan wawancara mendalam.

Survei lembaga lain, Saiful Mujani Research Center (SMRC) juga masih menempatkan Jokowi-Ma'ruf bakal unggul di Pilpres.

SMRC menyebut Jokowi-Ma'ruf bakal mendapat 56,8 persen. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 37 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 6,3 persen.

Selisih perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi menurut SMRC sebesar 19,8 persen.

No comments

Powered by Blogger.