Andalkan Pasokan dari Sumut, Jokowi Mau Rem Impor Bawang Putih

Andalkan Pasokan dari Sumut, Jokowi Mau Rem Impor Bawang Putih
Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan salah satu daerah sebagai wilayah produksi bawang putih di Pulau Sumatera. Jika daerah itu berhasil, maka akan menjadi upaya pemerintah menghentikan impor bawang putih.

Hal terebut diungkapkan Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara menyempatkan diri melihat sekitar 50 hektar lokasi penanaman bawang putih.

"Saya senang, kemarin di Humbang Hasundutan, mereka mulai menanam bawang putih," kata Jokowi saat memberikan arahan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional HKTI di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Dari hasil pantauannya, fisik tanaman bawang putih di atas lahan seluas 50 hektar begitu bagus dan rapih. Jika, pada musim panen perdana memberikan hasil yang baik. Dirinya pun akan memerintahkan Kabupaten Humbang Hasundutan untuk menanam lebih banyak lagi bawang putih.

"Agar kita bisa rem impor bawang putih kita. Ini proses," ungkap Jokowi.

Dapat diketahui, Pemerintah menggelar rapat koordinasi terbatas mengenai pangan. Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution tersebut membahas langkah stabilisasi harga bahan pokok seperti beras, gula, jagung hingga bawang putih.

"Yang dibahas mengenai bahan pokok. Data BPS menunjukkan bawang putih naik, gula juga," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Bawang putih, kata dia, menjadi salah satu bahan pangan yang dijaga stabilitas harganya karena memberi kontribusi inflasi pada Februari 2019.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan langkah terdekat, pemerintah menugaskan Bulog untuk impor 100.000 ton bawang putih. Pelaksanaannya diharapkan bulan ini agar harga yang saat ini berada di kisaran Rp 40.000-45.000/kg kembali turun ke kisaran Rp 25.000/kg.

"Bawang putih harganya lagi naik. Jadi kita tugaskan Bulog untuk impor, segera. Angkanya kira-kira 100.000 ton untuk menarik lagi harganya ke arah 25.000," kata Darmin.

No comments

Powered by Blogger.