Jokowi: Jangan Membuat Pernyataan Yang Buat Masyarakat Resah

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan data kebocoran anggaran sebesar Rp 500 triliun yang diungkapkan oleh Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Pasalnya, menurut Jokowi setiap anggapan pemerintah selalu melalui persetujuan seluruh fraksi di DPR.

"Itu duit Rp 500 triliun, itu ada di mana, saya tanya itu hitungan dari mana, jangan membuat pernyataan-pernyataan yang membuat masyarakat jadi resah, iya ndak?" kata Jokowi dalam sambutan di acara deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2).



"Namanya anggaran itu, setiap tahun digodok, disetujui oleh semua fraksi yang ada di DPR, semua fraksi juga tanda tangan, artinya menyetujui," sambungnya.

Jokowi menuturkan semua fraksi juga sudah menyetujui laporan pertanggungjawaban dari anggaran yang telah digunakan pemerintah. Sehingga, seharusnya tidak ada lagi fraksi di parlemen termasuk fraksi partai besutan Prabowo, yakni Gerindra memprotes adanya kebocoran anggaran.

"Begitu juga realisasi pertanggungjawaban ada laporan sudah disetujui di DPR, jangan sampai sudah tanda tangan kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor. Bocor, bocor, bocor, bocor, bocor. Bocor dari mana?" cetusnya.

Tambahnya, jika memang ada kebocoran, Jokowi yakin sudah terdeteksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu, Jokowi merasa tuduhan itu tidak benar.

"Bocor dari mana. Setiap tahun ini mekanisme pemerintahan selalu diaudit oleh BPK, kalau ada yang tidak benar pasti sudah ditangkap oleh KPK," ucapnya. 

No comments

Powered by Blogger.