Jurus Pemerintah Cegah Migrasi Petani ke Profesi Lain

Jurus Pemerintah Cegah Migrasi Petani ke Profesi Lain
Kementerian Pertanian (Kementan) berharap berbagai program perbaikan infrastruktur dan penyediaan sarana usaha tani melalui mekanisasi pertanian mampu menekan tingkat migrasi petani ke profesi lain.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri memproyeksikan, dampak dari modernisasi pertanian akan dirasakan dalam kurun beberapa tahun ke depan.

“Investasi dalam pembangunan infrastruktur dan modernisasi pertanian akan memiliki dampak multiplier dalam 5 sampai dengan 10 tahun ke depan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Dia‎ menjelaskan, untuk program pengembangan prasarana dan sarana pertanian, hingga tahun 2018, Kementan telah merehabilitasi jaringan irigasi tersier dalam rangka mengoptimalkan irigasi pada lahan seluas 3,47 juta hektar (ha), dengan capaian terbesar pada 2015 seluas 2,45 juta ha.

Selama Oktober 2014-April 2018 pembangunan embung/dam parit/long storage telah mencapai 2.758 unit. Kemudian, selama pada periode yabg sama perluasan dan optimalisasi lahan sawah mencapai 1,16 juta hektare.

“Modernisasi pertanian melalui mekanisasi merupakan solusi efisien menggantikan pola usaha tani manual. Mekanisasi juga sebagai solusi mengatasi berkurangnya tenaga kerja pertanian karena bermigrasi ke sektor industri dan jasa,” ungkap dia.

No comments

Powered by Blogger.