Mentan Memastikan Ketersediaan Beras Nasional Tercukupi

Mentan Memastikan Ketersediaan Beras Nasional Tercukupi
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan sampai saat ini ketersediaan beras di pasaran secara nasional masih mencukupi dan harga tetap terkendali.

Jaminan kepastian tersebut diberikan Amran usai memantau langsung kondisi stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Satgas Pangan Polri pada hari Minggu lalu.

"Kita mengecek pangan di lapangan mulai jam 5 pagi. Alhamdulillah, semua posisi stabil. Tidak ada alasan harga naik. Maaf, jangan lagi dibawa ke ranah politik,” ujar Amran, Selasa (13/11/2018)

Berdasarkan pantauan di PIBC tanggal 12 November, stok beras mencapai jumlah lebih dari 51 ribu ton. Jumlah itu dianggap telah masuk kategori aman serta mencukupi, bahkan ketersediannya lebih besar dibandingkan November tahun lalu yakni sekitar 45 ribu ton.

Tercukupinya ketersediaan beras nasional tersebut mendapat tanggapan positif dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ahmad Erani Yustika.

Menurut Erani, terkendalinya sektor pangan disebabkan harga bahan makanan tergolong stabil, termasuk beras, yang merupakan komoditas penyumbang inflasi terbesar.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa inflasi Oktober hanya sebesar 0,28 persen. Sedangkan untuk kategori makanan tingkat inflasi hanya 0,15 persen.

"Kelompok bahan makanan hanya mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Jadi harga amat stabil," ucap Erani.

Direktur Utama PT Food Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi juga menjamin bahwa kondisi ketersediaan beras nasional cukup aman dan tak akan menimbulkan gejolak kenaikan harga sebab telah diantisipasi sebelumnya oleh Bulog.

"Dalam kondisi saat ini, produksi pertanian beras kita sebenarnya cukup. Kalau di Jakarta saya harus sampaikan cukup, pasokan masih normal,” kata Arief.

Sementara itu, pengamat ekonomi pertanian Universitas Trilogi Muhamad Karim menilai, data jaminan tercukupinya stok beras di pasaran menandakan bukti keseriusan kinerja Amran Sulaiman terhadap peningkatan produksi pangan selama empat tahun.

Sebagai informasi, data BPS menjelaskan, dari sektor pertanian mampu mengendalikan inflasi bahan makanan pada tahun 2017 sebesar 1,26 persen. Angka tersebut turun 88,9 persen dibandingkan tahun 2013 sebesar 11,35 persen.

Kemudian, berdasarkan data Global Food Security Indes (GFSI) 2018, peringkat ketahanan pangan Indonesia semakin baik dari peringkat ke 72 tahun 2014, menjadi urutan ke 65 pada tahun 2018 dari jumlah 113 negara.

No comments

Powered by Blogger.