Kinerja Positif Bank BUMN Laba Bersih Tembus Hingga 40,64 Triliun

Kinerja Positif Bank BUMN Laba Bersih Tembus Hingga 40,64 Triliun
Kementerian Keuangan mencatat hingga akhir Mei 2018 pemerintah telah mendapatkan penerimaan dari laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 22,8 triliun. Penerimaan tersebut kebanyakan disumbang oleh BUMN di bidang perbankan dan BUMN non perbankan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan dalam target APBN 2018 penerimaan atas laba BUMN ditetapkan Rp 44,7 triliun. Artinya hingga Mei 2018, realisasi penerimaan atas laba BUMN mencapai 51%.

“Realisasi per Mei 2018 tercatat sebesar Rp 22,8 triliun atau 51% dari target APBN 2018,” katanya di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Senin (2/7).

Suahasil menambahkan, penerimaan pemerintah atas laba BUMN di tahun 2017 tercatat sebesar Rp 43,9 triliun, tahun 2016 sebesar Rp 37,1 triliun, 2015 sebesar Rp 37,6 triliun, 2014 sebesar Rp 40,3 triliun, sementara di 2013 sebesar Rp 34 triliun.

Dia menyebut dalam periode 2013-2017, penerimaan negara itu terutama dikontribusikan dari dividen 14 BUMN dengan rata-rata 84,37%, di antaranya Pertamina, PLN, Bank Mandiri, Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, Angkasa Pura II, Telkom, BNI, hingga Jasa Marga.

“Sesuai pasal 2 UU nomor 19/2013 tentang BUMN adalah BUMN memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional dan penerimaan negara,” katanya.

Dia menjelaskan, kinerja BUMN menunjukkan tren positif selama periode 2013-2017, pendapatan tumbuh 3,1%, aktiva atau aset tumbuh rata-rata 14,4%, laba tumbuh rata-rata 3,5%, serta ekuitas BUMN tumbuh rata-rata 26,4%.

“Penentuan dividen BUMN yang diberikan ke pemerintah memperhatikan profitabilitas dan likuiditas perusahaan. Agar peranan dan kontrubusi BUMN dalam APBN meningkat ke depan,” ucapnya.

No comments

Powered by Blogger.