FSI: Tanpa Jokowi, Tak Ada Hari Santri Nasional

FSI: Tanpa Jokowi, Tak Ada Hari Santri Nasional
Forum Santri Indonesia (FSI) mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden no. urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan akan mendeklarasikan Presiden Jokowi sebagai Bapak Santri Indonesia pada Maret 2019 mendatang.

Ketua Dewan Pembina FSI, Rokhim Dahuri mengungkap bahwa pribadi Presiden Jokowi yang sangat merakyat dengan latar belakang lahir dari kampung dan rakyat kecil, jika disandingkan dengan Kiai Ma’ruf sebagai ulama besar yang akhlaknya sangat mulia sekaligus merakyat, diharapkan dapat membangun bangsa Indonesia dengan baik.

“Pribadi Pak Jokowi yang sangat merakyat, lahir dari kampung dan rakyat kecil. Lalu Kiai Ma’ruf, ulama besar, yang akhlaknya Insya Allah sangat mulia sekaligus merakyat. Dengan ini bisa baik Indonesia membangun bangsa,” ujar Rokhim.

FSI bertekad bulat, berikhtiar secara maksimal dan berdoa secara ikhlas kepada Allah SWT, supaya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin dapat memenangkan Pilpres 2019.

“Kami bertekad bulat ingin berikhtiar secara maksimal, berdoa secara ikhlas kepada Allah, supaya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin terpilih sebagai presiden dan wakil presiden,” katanya.

Sementara itu, Ketua FSI, Irwan Ari Kurnia menjelaskan,  rencana pemberian gelar Bapak Santri Indonesia kepada Jokowi adalah sebagai bentuk penghargaan yang dinilai pantas, sebab apabila bukan karena Pak Jokowi maka tidak akan ada penetapan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober.

“Insya Allah nanti kami akan mengadakan, memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan keputusan Hari Santri Nasional. Dan akan kita angkat menjadi Bapak Santri Indonesia,” ungkap Irwan.

Sementara Kiai Ma’ruf adalah gurunya para santri. Karena itulah, para santri secara sukarela terus mendoakan sang guru sukses memenangkan Pilpres 2019.

“Beliau (Ma’ruf Amin) sudah pasti tentu menjadi gurunya para santri. Jadi dari semua calon, beliau inilah yang dari kalangan Kiai. Dan kami sebagai santri berkewajiban mendoakan beliau, agar beliau lancar untuk membawa menuju bangsa Indonesia lebih baik,” tuturnya.

Pemberian gelar dan dukungan tersebut menunjukkan kedekatan Jokowi dengan kalangan santri dan kyai yang mempercayai Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan sosok Prabowo Subiyanto yang selama ini tidak pernah mengangkat isu santri selama lima tahun terakhir, serta baru berupaya merebut simpati dan dukungan melalui pendekatan terhadap santri sebagai bentuk pencitraan menjelang Pemilu.

No comments

Powered by Blogger.