Kontroversi Ustadz Abdul Somad Alami Penolakan di Beberapa Daerah


Kontroversi Ustadz Abdul Somad Alami Penolakan di Beberapa Daerah
Rencana Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YP3) Al Husna Mayong mendatangkan Ustad Abdul Somad (UAS) sebagai pembicara dalam pengajian yang akan diselenggarakan akhir pekan ini menuai pro dan kontra. Sejumlah kelompok masyarakat menolak karena khawatir ditunggangi organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Salah satunya disampaikan kelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Mayong Cinta NKRI. Abdi Munif selaku kordinator menjelaskan, pihaknya menolak kehadiran UAS karena terindikasi diboncengi gerakan pengusung khilafah.

‘’Kami menginginkan Jepara dan khususnya Mayong tetap kondusif dan tidak menginginkan segala bentuk gerakan yang menginginkan perpecahan dan konflik terjadi,’’katanya.

Abdul Wahab dari Forum Aswaja Nusantara (FAM) Jepara mengutarakan, ketidaksetujuan pihaknya terhadap UAS bukan didasarkan pada kebencian personal terhadap ustad, melainkan pada kekhawatiran menebarnya paham atau ideologi terlarang. Terutama ideologi khilafah. ‘’Sebab kehadiran UAS di Jepara tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kelompok HTI.

Aqidah dan ubudiyah uang dijalankan dan dikembangkan memang sudah sesuai amaliyah Aswaja. Tapi siyasah ang dikembangkan condong kepada ideologi yang mengancam Pancasila dan NKRI,’’ujarnya.

Sementara Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor melalui pernyataan sikapnya meminta kepada Polri secara tegas dan ketat memonitor kegiatan pengajian dengan pembicara UAS itu. GP Ansor meminta agar pihak keamanan memastikan acara itu steril dari simbol dan hal-hal lain yang menjurus pada dukungan pada khilafah.

Terkait hal ini, Pengasuh YP3 Al Husna Mayong, Ustad Ahmad Mudhofar menjamin jika pengajian yang akan diselenggarakan bebas dari simbol-simbol organisasi terlarang. Termasuk kemungkinan kehadiran simpatisan organisasi terlarang dengan memakai atribut organisasi.

Komitmen ini juga sudah disampaikan ke pihak kepolisian. ‘’Kami pastikan atribut dari organisasi terlarang tidak akan ada. Pengamanan pun dari pihak kemanan dan ormas di Jepara, seperti PP (Pemuda Pancasila). FPI tidak kita undang. Tapi boleh datang tanpa atribut apapun. Jika ada atribut dari organisasi terlarang masuk, akan kita sweeping,’’tegasnya.

Untuk sosok UAS, sepengetahuannya, sudah tidak diragukan lagi kecintaannya pada NKRI. Pihaknya pun menampik jika eks HTI datang dalam pengajian UAS itu. Adapun foto dari tim UAS yang memakai atribut mirip simbol HTI saat mempersiapkan acara, Mudhofar menyatakan jika tulisan kalimat tauhid dalam topi itu bukan bendera HTI.

Terkait kemungkinan batalnya UAS mengisi pengajian karena polemik ini, Mudhofar menyatakan jika UAS kemungkinan tetap bisa mengisi. Tapi itu tergantung kondusifitas daerah.’’ UAS akan datang jika Jepara kondusif. Jika sebaliknya, tidak. Kami bilang datang atau tidak masih 50:50,’’katanya.

No comments

Powered by Blogger.