Polda Jabar Menyatakan Tidak Adanya Laporan Penganiayaan Kepada Ratna Sarumpaet

Polda Jabar Menyatakan Tidak Adanya Laporan Penganiayaan Kepada Ratna Sarumpaet

Teka teki kabar penganiayaan pendukung setia pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga akhirnya terjawab sudah setelah Ratna Sarumpaet buka suara soal penganiayaan dirinya hingga babak belur.

Saat itu, Ratna mengaku menemui dokter Sidik Setiamihardja, pemilik RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

"Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah, menemui dokter Sidik ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri saya," kata Ratna.

Setelah dilakukan operasi pada 21 September, keesokan hari wajahnya justru lebam-lembam. Ratna mengaku sempat bertanya kepada dokter Sidik. Namun Ratna diminta untuk tidak khawatir karena hal itu wajar terjadi.

"Setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, dan 22 nya pagi saya bangun saya lihat muka saya bengkak secara berlebihan, tidak seperti yang dialami biasanya. Dokter Sidik saya tanya, 'ini kenapa begini? dia bilang itu biasa'," tutur Ratna.

Ratna mengatakan ketika pulang ke rumah wajahnya masih bengkak. Dia kala itu berpikir jawaban apa yang akan diberikan apabila ditanya oleh keluarganya terkait kondisinya saat itu. Ratna akhirnya memilih alasan habis dipukul oleh orang saat ditanya anak-anaknya di rumah.

Selain itu, beberapa hari berselang, Wakil Ketua DPR Fadli Zon datang ke rumah. Dalam pembicaraan kala itu, sempat menyinggung soal kondisi wajahnya. Kemudian, kata Ratna, saat itu dia pun mengakui bahwa telah menjadi korban penganiayaan.

Selain Fadli, dia juga bertemu dengan Prabowo Subianto. Saat pertemuan itu pun, kata Ratna, dia mengaku telah menjadi korban penganiayaan.

"Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi kepada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu," kata dia.

Sebelumnya Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut aktivis Ratna Sarumpaet sebagai "emak-emak, nenek-nenek" yang dianiaya dan diancam untuk tak mengadu pada siapa pun.

"Beliau cerita diancam untuk tidak bercerita. Beliau ini seorang emak-emak, seorang nenek-nenek. Ini hal yang sangat biadab yang dilakukan terhadap ibu-ibu," ujarnya, di kawasan Thamrin City, Jakarta, Selasa (2/10).

Menurutnya, Ratna mengalami trauma dan ketakutan yang cukup luar biasa setelah mengalami insiden itu.

"Bu Ratna ini dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Dia dalam keadaan trauma dan ketakutan yang luar biasa," imbuhnya.

Sandi sendiri mengaku telah mendengar keadaan Ratna itu sejak tadi malam. Dia mendapat info tersebut langsung dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat bertemu dengannya.

Bahkan kata Sandi, Prabowo memperlihatkan foto babak belur Ratna. Foto itu dikirim Ratna langsung kepada Prabowo melalui pesan Whatsapp.

No comments

Powered by Blogger.