Pertemuan IMF - World Bank Tidak Membuat Utang RI Bertambah

Pertemuan IMF - World Bank Tidak Membuat Utang RI Bertambah


Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pertemuan tahunan IMF - World Bank di Bali sama sekali tidak bertujuan untuk meminta tambahan utang luar negeri. Pertemuan tersebut adalah ajang bagi negara-negara peserta mendiskusikan situasi perekonomian dunia saat ini.

"Untuk meminta tambahan utang tidak perlu jadi tuan rumah," kata dia dalam akun Twitter @ChatibBasri, Ahad, 7 Oktober 2018. Contohnya pada tahun ini, kata Chatib, Argentina bisa meminta utang ke IMF karena tengah dilanda krisis, tanpa harus jadi tuan rumah pertemuan tahunan tersebut.

Kedatangan IMF ke Indonesia sebelumnya menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah masyarakat. Kekhawatiran ini berkaitan dengan pengalaman Indonesia yang harus berutang sebanyak US$ 9,1 miliar kepada IMF saat diterpa krisis moneter 1997-1998.

Chatib pun menangkis pernyataan bahwa negara akan kembali menambah utang akibat menggelar pertemuan yang akan dilaksanakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018 ini.

Selanjutnya, ia memaparkan, dalam pertemuan ini nantinya akan dibahas mengenai situasi terkini ekonomi dunia hingga kebijakan berbagai negara untuk menyikapinya. Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk saling berkomunikasi dan ikut memberi masukan ide.

"Sebagai contoh, tahun 2013 ketika terjadi taper tantrum, di mana mata uang beberapa negara termasuk rupiah melemah akibat rencana Fed mengakhiri kebijakan ekspansi moneternya. Indonesia menyampaikan concern-nya ke the Fed," cuit dia.

Oleh karenanya, dia menganggap pertemuan IMF-WBG ini dapat memberikan bermacam manfaat kepada Indonesia untuk memperjuangkan ide-ide di dalam forum tersebut.

"Indonesia justru harus memanfaatkan pertemuan tahunan ini utk memasukkan agendanya. Dengan begitu Indonesia akan berperan di level global," ujar Chatib Basri.


No comments

Powered by Blogger.