Indonesia - Ceko Jalin Kerjasama Di Industri Perkereta Apian

Indonesia - Ceko Jalin Kerjasama Di Industri Perkereta Apian

Pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara untuk kerja sama ekonomi khususnya sektor industri. Salah satu diantaranya yaitu dengan Pemerintah Republik Ceko. Investasi dan ekspor menjadi dua hal yang bakal diperkuat oleh kedua negara itu.

Peningkatan investasi dan ekspor tersebut diyakini akan memperkuat struktur manufaktur dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.

Beberapa produk manufaktur kita yang punya potensi menembus pasar Ceko, antara lain tekstil dan pakaian, alas kaki, furnitur berbasis kayu, serta pulp dan kertas.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan infrastruktur perkeretaapian juga menjadi sektor yang hendak dijadikan barang ekspor ke Ceko. Industri kereta api Indonesia sendiri sudah mampu memproduksi berbagai komponen dan infrastruktur perkeretaapian seperti rolling stock, trek rel, hingga sistem persinyalan.

Airlangga meyakini hal itu bakal menjadi peluang kolaborasi di kedua negara untuk saling transfer teknologi. “Indonesia dapat dijadikan basis pengembangan industri kereta api. Sejumlah negara seperti Australia, Banglades, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka telah memesan dan mengimpor kereta api dari Indonesia,” sambungnya.

Adapun sektor lainnya yang juga dijajaki untuk bisa dikerjasamakan Indonesia dan Ceko adalah industri farmasi. “Saat ini, Indonesia termasuk negara yang memiliki program jaminan kesehatan terbesar. Selain itu, industri farmasi Indonesia tengah memulai pengembangan lebih lanjutnya,” ujar Airlangga.

Peluang investasi selanjutnya, kata Airlangga, ada pada teknologi mini hydro yang merupakan bagian dari penyediaan energi terbarukan di remote area dan merupakan peluang yang siap digarap di Indonesia.

Sebagai informasi, menurut catatan Kemenperin, pada 2017 silam, total transaksi perdagangan Indonesia-Ceko mencapai 265,68 juta dollar AS atau meningkat 12 persen dibanding periode lima tahun sebelumnya. Sementara itu, selama 2010-2015, total nilai investasi Ceko di Indonesia mencapai 34,35 juta dollar AS.

Kemudian, pada 2016-2017, investasi Ceko di sektor manufaktur mencapai 499,5 ribu dollar AS untuk tiga proyek yang meliputi industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika.

No comments

Powered by Blogger.