HOAX, "Utang Indonesia Menurut Prabowo Sangat Berbahaya". Ini Kata Ekonom !

Add caption


Calon Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik atas utang Indonesia saat ini. Prabowo menyebut total utang sampai saat ini hampir mencapai Rp 9.000 triliun.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede untuk melihat bahaya atau tidaknya utang suatu negara tidak bisa hanya dilihat dari nominalnya saja, melainkan dari rasio utang yang ada.

Penambahan utang sendiri dibatasi defisit anggaran harus dijaga di bawah 3% terhadap PDB. Selain itu total utang kita terhadap PDB masih di bawah 30 %, jadi masih dibilang sangat aman.

Selain itu, menurut Josua harus dilihat juga dari jenis utang yang diemban oleh suatu negara apakah lebih banyak dari utang bilateral dengan lembaga atau negara, atau penerbitan surat berharga negara (SBN).

Total utang pemerintah per Mei 2018 sebesar Rp 4.169,09 triliun berasal dari pinjaman yang nilainya Rp 767,82 triliun. Dalam pinjaman terdapat yang sifatnya bilateral Rp 322,01 triliun, multilateral Rp 397,80 triliun, komersial Rp 41,38 triliun, dan suppliers sebesar Rp 1,22 triliun. Lalu ada juga yang berasal dari pinjaman dalam negeri yang sebesar 5,40 triliun.

Selanjutnya utang yang berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.401,77 triliun, yang terdiri dari SBN berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.408,40 triliun dan denominasi valas sebesar Rp 766,63 triliun.

"Dulu waktu 1998 kita punya utang dari IMF itu cost-nya jauh lebih besar dibanding terbitkan surat utang. Apalagi kita sudah layak investasi, jadi cost-nya juga lebih rendah dan prudent," tambahnya.

Lalu yang terakhir, menurut Josua, utang negara akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk hal yang produktif. Pemerintahan Jokowi sendiri mengklaim bahwa utang negara difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

No comments

Powered by Blogger.