Ekonom, Faisal Basri: Investasi Di Indonesia Tidak Di Dominasi Asing

Investasi Di Indonesia Tidak Di Dominasi Asing


Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto seringkali mengatakan bahwa Indonesia telah dikuasai asing. Negara kita terancam, rupiah terus melemah itu tandanya bangsa kita sudah dikuasai asing. Ujarnya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).

Menanggapi kicauan Prabowo, salah satu pengamat ekonomi yang diakui oleh dunia, Faisal Basri mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ia miliki, pihak asing justru tidak mendominasi menginvestasikan uangnya di Indonesia. Penanaman modal oleh asing hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto.

Jumlah FDI Indonesia terhadap GFCF-nya bahkan lebih kecil dari Malaysia yang mencapai tiga kali lipat dari Indonesia. Pun halnya dengan Vietnam yang notabenenya sebagai negara komunis justru jumlah investasi asingnya lebih besar empat kali dibanding Indonesia selama 2011-2016.

Ia kemudian mengungkapkan, dominasi terbesar justru dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Di Indonesia yang lebih dominan adalah BUMN. Hampir semua sektor didominasi BUMN/BUMD: listrik, gas, air bersih, pertambangan, minyak mentah, kilang minyak, batubara, perbankan, asuransi, konstruksi, bandara, pelabuhan, kereta api, jalan tol, pompa bensin, pupuk, dan konstruksi. BUMN juga cukup besar di beberapa jenis usaha seperti garam, semen, baja, dan semen,” pungkasnya, seperti dikutip dari faisalbasri.com pada Selasa (11/9/2018).

Seperti diketahui, isu dengan nada menakut-nakuti kerap muncul di masyarakat. Salah satu isinya dengan menyatakan bahwa Indonesia seolah-olah telah dikuasai oleh asing dan aseng. Tentu saja tanpa data, fakta hingga pemberi pernyataan yang kompeten di bidangnya.

No comments

Powered by Blogger.