Sofyan Djalil : "Mana Perusahaan Asing Yang Kuasai Tanah RI Pak Amien?"



Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil merespons terkait pernyataan politikus senior PAN Amien Rais yang menyebut sekitar 74% lahan di Indonesia dikuasai oleh asing. Dengan tegas, Sofyan katakan orang asing tidak boleh punya tanah di Indonesia.
Sofyan menjelaskan soal lahan yang dikerjakan oleh perusahaan. Dia meluruskan bahwa perusahaan menggunakan lahan berdasarkan hak guna usaha (HGU). Artinya tak ada asing yang menguasai lahan di Indonesia.
"Kepemilikan sertifikat itu yang kita bagikan sertifikat rakyat. Tanahnya itu ada yang cuma 50 meter, 1 hektare, 10 hektare. Kalau yang perusahaan-perusahaan itu kan HGU. Yang pertama HGU, yang kedua adalah tanah hutan tanah industri. Itu nggak asing, perusahaan-perusahaan lokal. Ada satu-dua atau mereka perusahaan publik, gitu lho," katanya.
Ia melanjutkan, meskipun banyak kebun sawit yang produksinya dikelola oleh asing, namun penguasaan lahannya tetap milik Indonesia 100%.
"(Penguasaan lahan) Indonesia semua. Cuma memang produksi sawit itu, besar produksinya yang dikelola asing," tegas dia.
Bahkan, sambung dia, sekitar 50% lahan sawit dikuasai oleh masyarakat. Sehingga ia berani menjamin tak ada penguasaan asing atas tanah di Indonesia.
Di sektor pariwisata, Sofyan menambahkan, memang ada pihak asing yang menguasai aset-aset properti seperti vila dan apartemen. Namun, Sofyan berani menjamin, tak ada satu cm pun tanah yang dimiliki asing. Karena, tanah-tanah yang digunakan untuk membangun vila hingg apartemen adalah 100% milik Indonesia baik secara perorangan maupun lembaga.

No comments

Powered by Blogger.