Perbaikan Pasca Gempa Lombok Dimulai Tanggal 1 September



Presiden Joko Widodo memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat segera berjalan. Terhitung mulai 1 September, perbaikan rumah-rumah yang rusak berjalan.

Jokowi sebelumnya juga sudah memutuskan bantuan sebesar Rp 50 juta bagi tiap kepala keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat setelah bencana gempa terjadi. Nantinya, masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI.

Tak hanya itu, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah yang rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang dan Rp10 juta untuk perbaikan ringan.

Rumah-rumah untuk korban gempa di Lombok berupa Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat), hasil inovasi Balitbang Kementerian PUPR, yang contohnya sudah berdiri di Lombok.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan bahwa upaya percepatan pemulihan NTB pasca gempa menjadi fokus utama pemerintah.

Ditambahkan Menko PMK, pasca dikeluarkannya Inpres Nomor 5 tentang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi di Lombok, 4 Menko akan melakukan tahapan-tahapan tindak lanjut pemulihan bencana di Nusa Tenggara Barat sesuai bidangnya.

"Sejak tanggal 25 Agustus yang lalu, kita sudah masuk dalam tahap pemulihan. Jadi kita rencanakan 1 bulan ke depan akan ada tahapan persiapan, pelatihan, bahkan penyiapan logistik bahan bangunan untuk bisa melakukan pembangunan rumah penduduk," ujar Menko PMK saat ditanya jurnalis pasca mengikuti Rapat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Provinsi NTB Pasca Gempa di Kantor Wapres, Senin (27/8).

Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon) akan berjalan secara bertahap sampai bulan Maret. Pembangunan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintah dan lain sebagainya akan mulai dibangun awal bulan depan.

No comments

Powered by Blogger.