Pemerintah Targetkan Ekonomi Macro 2019 , Berikut Penjelasannya



Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pidato Rancangan Undang-undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna di hadapan anggota dewan.
Ia memaparkan capaian yang diperoleh dalam setahun terakhir dan target yang akan dicapai pada 2019. Berikut asumsi makro APBN 2019 yang disampaikan Jokowi:
Pertumbuhan ekonomi Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,3 persen. Pemerintah juga akan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dengan memperluas jangkauan untuk pertumbuhan di kawasan timur Indonesia, kawasan perbatasan, dan daerah-daerah lain yang masih tertinggal. Ketimpangan antardaerah juga akan ditekan dan memperkecil kesenjangan antarkelompok pendapatan.
"Serta memperkuat ekonomi desa dan mengurangi kemiskinan secara lebih fokus dan lebih cepat," kata Jokowi.
Inflasi Tahun 2019, inflasi akan dijaga di angka 5,3 persen. Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga, meningkatkan investasi, dan mendorong ekspor.
Jokowi mengatakan, tingkat inflasi yang rendah tak hanya mendorong perekonomian domestik menjadi lebih efisien dan berdaya saing, tapi juga menjamin kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Untuk mengendalikan inflasi, ketersediaan pasokan barang dan jasa harus dijaga, khususnya sektor pangan.
"Di sisi lain, daya beli masyarakat terus dijaga dengan berbagai program perlindungan sosial, terutama untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah," sebut Jokowi.
Tingkat bunga SPN 3 bulan Jokowi mengatakan, kebijakan perdagangan serta kenaikan suku bunga di AS berpengaruh terhadap kondisi keuangan di pasar domestik. Termasuk pergerakan suku bunga Surat Perbendaharaan (SPN) 3 bulan.
Dengan didukung oleh perbaikan kinerja perekonomian nasional dan terjaganya laju inflasi, Jokowi optimistis tekanan dari ekonomi global diharapkan dapat dimitigasi.
"Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Suku Bunga SPN 3 bulan tahun 2019 diperkirakan rata-rata 5,3 persen," tutur Jokowi. 4. Nilai tukar rupiah Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Target tersebut naik daripada asumsi makro ekonomi APBN 2018, yakni Rp 13.400 per dollar AS.
Tahun depan, Indonesia masih akan berhadapan dengan berbagai tantangan global di tahun 2019 yang akan mempengaruhi nilai tukar rupiah. Faktor eksternal seperti perang dagang, kebijakan moneter di AS dan Eropa, serta perkembangan ekonomi di China masih berponsi mempengaruhi ekonomi global.
"Perlu kita sadari bersama bahwa tantangan ini tidak hanya dialami oleh Rupiah, tetapi juga oleh banyak mata uang global," terang Jokowi.
Harga minyak mentah Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) pada tahun 2019 diperkirakan rata-rata 70 dollar AS per barrel. Target ICP itu seiring dengan dinamika harga minyak mentah dunia yang semakin sulit diprediksi.
Ada beberapa faktor yang diperkirakan memengaruhi harga minyak mentah dunia dan ICP pada 2019, yaitu kondisi geopolitik global, peningkatan permintaan seiring pemulihan ekonomi global, dan penggunaan energi alternatif.
Lifting minyak dan gas Lifting minyak bumi pada 2019 diperkirakan mencapai rata-rata 750.000 barrel per hari. Sementara lifting gas bumi diperkirakan rata-rata 1.250.000 barrel setara minyak per hari. Perkiraan tingkat lifting tersebut berdasarkan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, penambahan proyek yang akan segera beroperasi, serta rencana kegiatan produksi 2019.

No comments

Powered by Blogger.