Dedi Mulyadi Ajak ASN Tiru Gaya Jokowi



Mantan Bupati Purwakarta ajak para ASN untuk meniru gaya Presiden Jokowi pada saat Pidato Kenegaraan di Gedung MPR dan Upacara HUT RI. Ajakan tersebut terkait keberanian Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam mendobrak pakem protokeler.
Formalisme yang kaku selama ini menurut Dedi, telah mematikan inovasi ASN. Akibatnya, aparatur Negara sering terlambat merespon sebuah masalah atas nama aturan birokrasi.
Padahal, tuntunan moral dan nurani mengharuskan mereka untuk segera mengambil keputusan.
“Indonesia itu ditentukan oleh orang, bukan sistem. Karena itu, kita ubah aparatur negara agar memiliki standar moral tinggi untuk peradaban."
Langkah ini dia yakini dapat melahirkan implikasi jangka panjang. Yakni, terciptanya produk pembangunan yang sarat nilai estetika dalam berbagai aspek. Nilai tersebut tercermin secara fisik maupun bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Membangun itu harus menggunakan estetika. Ada nilai ketuhanan, adat, kultur dan kearifan dalam proses pembangunan. Sehingga produk pembangunan dapat abadi selama ratusan tahun tanpa harus mengeksploitasi alam,” kata Dedi.
Manusia dan alam, menurut Dedi, merupakan dua unsur pembangunan semesta. Karena itu, maksimalisasi keduanya harus digenjot dengan tanpa menegasikan satu sama lain.
“Indonesia masa depan akan melahirkan manusia Indonesia seutuhnya. Syaratnya, tumbuh penghuni peradaban yang beradab dengan tetap menjaga alam dan lingkungan,” katanya.
Sinergitas dengan alam, menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut, sangat dibutuhkan. Dia mencontohkan, pembangunan ruang kelas di Jawa Barat dan di Papua tidak bisa disamakan.
“Geografisnya berbeda, kulturnya berbeda maka arsitektur bangunannya pun harus berbeda. Bangsa kita kaya akan kultur, tidak boleh disamaratakan atas nama proyek,” katanya.

No comments

Powered by Blogger.